Minggu, 09 Juni 2019

Urutan trah dalam tradisi djawa

Dalam Keluarga Jawa, biasanya anak menyebut orang tuanya dengan sebutan Bapak dan Ibu. Orang tuanya Bapak dan ibu disebut  Eyang (Kakek/Nenek dlm bhs Indonesia). Orang tua Eyang disebut apa..? Dst., dst., dst.

Berikut adalah istilah untuk level keturunan (ke bawah) dan level leluhur (ke atas) sampai urutan ke-18 dalam Bahasa Jawa :

*URUTAN KE ATAS :*

Moyang ke-18. Eyang Trah Tumerah
Moyang ke-17. Eyang Menyo -menyo
Moyang ke-16. Eyang Menyaman
Moyang ke-15. Eyang Ampleng
Moyang ke-14. Eyang Cumpleng
Moyang ke-13. Eyang Giyeng
Moyang ke-12. Eyang Cendheng
Moyang ke-11. Eyang  Gropak Waton
Moyang ke-10. Eyang Galih Asem
Moyang ke-9. Eyang Debog Bosok
Moyang ke-8. Eyang Gropak Senthe
Moyang ke-7. Eyang Gantung Siwur
Moyang ke-6. Eyang Udheg-udheg
Moyang ke-5. Eyang Wareng
Moyang ke-4. Eyang Canggah
Moyang ke-3. Eyang Buyut
Moyang ke-2. Eyang (kakek/nenek dlm bhs Indonesia)
Moyang ke-1. Bapak/Ibu

*DILIHAT DARI POSISI KITA :*

Urutan Kebawah. :
Keturunan ke-1. Anak
Keturunan ke-2. Putu,
Keturunan ke-3. Buyut.
Keturunan ke-4. Canggah
Keturunan ke-5. Wareng
Keturunan ke-6. Udhek-udhek
Keturunan ke-7. Gantung siwur
Keturunan ke-8. Gropak Senthe
Keturunan ke-9. Debog Bosok
Keturunan ke-10. Galih Asem
Keturunan ke-11. Gropak waton
Keturunan ke-12. Cendheng
Keturunan ke-13. Giyeng
Keturunan ke-14. Cumpleng
Keturunan ke-15. Ampleng
Keturunan ke-16. Menyaman
Keturunan ke-17. Menyo2.
Keturunan ke-18. Tumerah.

Silahkan disimpan saudara2ku ini peninggalan leluhur yang nyaris terlupakan... 😃👍👍

Rabu, 01 Mei 2019

Kisah inspiratif dari seorang caleg

Kisah ini saya copy dari tulisan pak Sandiaga Uno. Saya tertarik untuk repost karena cukup menarik dan bisa menginspirasi.  Berikut kisahnya
Ini dia ISMAIL BACHTIAR, Caleg Milenial PKS dari Sulawesi Selatan ini meraih 16 ribu suara tanpa menyebarkan Baliho, apalagi menyogok dengan uang macam 'serangan fajar'.

Beliau mempunyai sekolah tahfidz di Makassar dan pendiri Rektor Institute untuk memberangkatkan pelajar Indonesia menimba ilmu di luar negeri.

Maa syaa Allah walhamdulillaah. Keren bingit

Ismail adalah anak dari seorang pensiunan satpam pabrik gula di Bone yang kisah hidupnya menginspirasi kita semua. Usianya baru 25 tahun. Ia pernah mendapat beasiswa pelajar miskin berprestasi dari Universitas Hassanuddin. Sembari kuliah, ia juga sempat berjualan es teler untuk menghidupi kesehariannya. Berkat kepintaran dalam akademis dan kecerdasannya melihat peluang usaha, ia berhasil membuat agency kursus private yang dinamakan Rektor Institute, mendirikan perusahaan minyak, air minum kemasan untuk keluarganya, mendirikan Rumah Tahfidz, dan membuat gerakan membantu Masjid. Ia sudah membuka lapangan kerja lebih dari 100 orang.

Saya merinding ketika ia berkata bahwa saya lah yang menginspirasinya untuk memberanikan diri memulai usaha di 2012. Pertemuan ini bukan hanya moment yang tak disangka-sangka untuknya, tapi juga untuk saya. Inilah generasi penerus bangsa kita. Orang yang bukan hanya bekerja keras, tapi juga kerja cerdas, dan kerja ikhlas. Ia bekerja bukan hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga memberikan banyak manfaat untuk orang lain. Harapan saya Ismail dapat menginspirasi anak-anak muda lainnya agar bisa menjadi orang sukses, dan bisa menjadi penerus bangsa yang punya kepedulian terhadap rakyat kecil.

-Sandiaga Salahudin Uno-

Minggu, 17 Maret 2019

Lintas alam PMR Madya SMPN 2 Klaten


SMP Negeri 2 Klaten atau yang akrab dengan sebutan Espero Klaten giat melakukan pembinaan kegiatan pendukung pembelajaran ke-pada para peserta didiknya. Salah satunya melalui kegiatan Palang Merah Remaja (PMR) Madya SMP Negeri 2 Klaten yang pada Minggu, 17 Maret 2019 menyelenggarakan latihan bersama dengan tajuk “Lintas Alam PMR Espero Klaten”. Kegiatan yang melibatkan dewan madya PMR Espero Klaten diikuti sebanyak 50 siswa anggota PMR dari kelas 7. Dra. Susy Dwi Putri Suwandari yang didampingi Denny Anggi Saputra, S.Pd. selaku pembina PMR menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menguji kemampuan anggota mengenai materi wajib kepalang merahan, melatih kerjasama dalam tim (team work), dan meningkatkan kepedulian anggota terhadap lingkungan di sekitarnya. Kegiatan ini didesain tidak semata-mata mengulang materi teori, tetapi juga melakukan simulasi pemberian pertolongan pertama pada korban kecelakaan. Ismadi, S.Pd., MM. Selaku Plt. Kepala SMPN 2 Klaten melalui wakil kepala bidang humas, Tonang Juniarta, M.Or. mengatakan “sekolah memiliki tanggungjawab besar untuk mengembangkan setiap minat dan bakat siswa yang beragam, terlebih dalam bidang kemanusiaan. Kami berkomitmen untuk memfasilitasi semua minat dan bakat siswa”. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa peran PMR di sekolah sangat besar karena selain menjadi ajang latihan, juga sebagai pendukung rangkaian kegiatan yang lain seperti menjadi tim kesehatan saat upacara bendera dan tim P3K saat simulasi Sekolah Siaga Bencana (SSB).
(TJ/17 maret 2019)

Sabtu, 16 Maret 2019

Memuliakan Pendidik, Memulikan Pendidikan, Memulikan Bangsa



Pendidikan adalah kunci kemajuan suatu negara. Negara yang memuliakan pendidikan akan dapat meraih tiket masa depannya. Tidak ada satupun negara yang maju tanpa diiringi majunya bidang pendidikan. Negara yang maju bisa dipastikan sistem pendidikan dan penerapannya juga bagus.
Pendidikan adalah sebuah investasi yang sangat berharga. Investasi yang akan dinikmati hasilnya pada masa yang akan datang. Melalui pendidikan inilah generasi bangsa akan dicetak. Bangsa yang gagal merencakan sistem pendidikan yang baik maka sesungguhnya bangsa tersebut sedang merencanakan kegagalannya. Meskipun tidak akan dirasakan seketika, namun dampak itu nyata.

Jumat, 15 Maret 2019

Mengelola Perbedaan Pendapat


Ki Hadjar Dewantara mengungkapkan bahwa dalam jiwa manusia terdapat tiga bentuk kekuatan yang dikenal dengan “Tri Sakti Jiwa” yaitu pikiran (cipta), perasaan (rasa) dan kemauan (karsa). Ketiga hal itu mengambil peran dalam pengambilan keputusan dan keluarnya buah pikiran yaitu pendapat.  Oleh karenaya mahfum bila orang bisa berbeda pendapat.
Ketika perbedaan pendapat itu muncul, diskusi adalah pilihan tepat untuk menuangkan pikiran masing-masing. Pandangan yang berbeda dari orang lain bisa menunjukkan hal-hal yang sebelumnya tidak disadari. Diskusi akan menunjukkan kelebihan dan kekurangan setiap pendapat.

Kamis, 14 Maret 2019

Belajar ke Australia, jawaban atas sebuah do'a



 Pergi berkunjung ke luar negeri adalah pengalaman yang menarik hampir bagi semua orang. Diakui atau tidak, hal inilah yang dirasakan banyak orang. Palagi kalau kita pergi tidak harus bayar alias gratis. Tidak dipungkiri memang kalau mau pergi ke luar negeri harus merogoh kocek yang tidak sedikit. Nah... pada kesempatan kali ini, saya akan menuliskan catatan perjalanan saya ke luar negeri gratis alias tidak bayar, malahan dapat uang saku pula. 😀

Proses berjalan itu begitu cepat. Melalui HP Android yang saya miliki, saya mendapatkan informasi pesan di Whatsapps group mengenai Pengiriman 1000 guru ke luar negeri oleh Kemendikbud Republik Indonesia. Saya pernah membaca sekilas informasi mengenai hal ini, namun

Siswa Espero Klaten harus sehat dan bugar

Tidak berlebihan jika semua orang mengharapkan memiliki badan yang sehat dan bugar. Tak terkecuali bagi siswa-siswa Espero Klaten. Melalui berbagai desain aktivitas jasmani yang telah disiapkan oleh guru olahraga, anak-anak diajak dan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran bersama megnenai pola hidup aktif dan sehat. Memerlukan peran dari semua pihak, baik sekolah, orang tua, dan pengambil kebijakan pendidikan. Sekolah menyediakan waktu dan sarpras yang cukup untuk memfasilitasi kebutuhan anak terhadap gerak.